Personil kelompok tari ‘gemuk dan keren’ berkostum penguin dalam suatu sesi latihan di Nanjing, provinsi Jiangsu, China timur, 14 September 2007.
Obesitas atau kelebihan berat badan meningkatkan resiko terserang berbagai bentuk penyakit kanker. Hasil studi terbaru yang dikeluarkan oleh jurnal kesehatan Lancet di London, Jumat (15/2), menunjukkan kelebihan berat badan dapat meningkatkan resiko terserang kanker diantaranya pada kandung kemih, rahim serta kerongkongan.

Walaupun studi menyebutkan adanya kaitan antara kelebihan berat badan dengan resiko kanker, namun tidak ada bukti pasti yang menunjukkan pertambahan berat badan dapat mengakibatkan kanker. “Untuk menyimpulkan hubungan sebab dan akibat, kami perlu mengadakan riset lebih lanjut,” jelas Dr. Andrew Renehen, yang memimpin studi tersebut.

Para periset mengkompilasikan data dari 141 studi dan mempertimbangkan lebih banyak jenis penyakit kanker dan lebih beragam populasi dari hasil studi terdahulu. Studi itu mencakup lebih dari 28.000 kasus kanker di Amerika Utara, Eropa, Australia, serta Asia.

Para peserta studi, baik berkelebihan berat badan maupun berberat badan normal, diteliti selama 9 hingga 15 tahun. Peneliti mengamati indeks massa tubuh mereka dan mengkorelasinya dengan kasus penyakit kanker yang muncul.

Dari studi diketahui berat badan di atas 15 kilogram dari berat badan normal pada kalangan pria dapat meningkatkan resiko kanker pada ginjal hingga 24 persen dan pada kerongkongan hingga 52 persen. Sementara kelebihan berat badan hingga di atas 13 kilometer dari berat badan normal pada kalangan perempuan meningkatkan resiko kanker pada rahim dan kandung kemih hingga 60 persen.

Pada penduduk Asia, terdapat kaitan lebih erat antara pertambahan indeks massa tubuh dengan resiko serangan kanker payudara. Para ilmuwan belum mendapat kepastian bagaimana kelebihan berat badan dapat membuat orang rentan terhadap kanker. Baca entri selengkapnya »

JIKA Anda ingin tetap sehat dan aktif saat memasuki usia lanjut, jangan sampai Anda kekurangan vitamin E, demikian anjuran peneliti berdasarkan riset terbarunya.

Kekurangnya vitamin E memang kerap diidentikan dengan buruknya kualitas nutrisi. Dalam penelitian terbaru yang dipublikasikan Journal of the American Medical Association, rendahnya vitamin E dapat mempengaruhi penurunan kemampuan fisik orang lanjut usia.

Sebelum sampai pada kesimpulan, para ahli menganalisa kualitas nutrisi serta fungsi fisik pada 698 orang berusia 65 tahun ke atas di kota Tuscany, Italia. Mereka melakukan pengujian mengenai hal-hal fisik dasar yang dilanjutkan dengan pemantauan selama tiga tahun dari 1998 hingga 2003.

Dipimpin oleh Benedetta Bartali dari Yale University School of Medicine, para ahli mengukur kadar mikronutrisi dalam darah termasuk vitamin B6, B12, D dan E. Peneliti menemukan bahwa dengan mempertimbangkan berbagai faktor, hanya kadar rendah vitamin E yang secara signifikan berpengaruh pada penurunan kemampuan fisik.

“Meskipun temuan dari studi epidemiologis ini tidak dapat menegaskan adanya kausalitas, para peneliti menghadirkan dasar yang kuat bahwa kadar rendah vitamin E memiliki kontribusi terdahap penurunan fungsi fisik ,” ujar peneliti dalam laporannya.

Para partisipan dalam riset ini tercatat tidak mengonsumsi suplemen vitamin, atau pun dianjurkan untuk mengonsumsinya. Peneliti juga mencatat bahwa jumlah kadar vitamin E yang cukup dapat diperoleh dari sejumlah makanan seperti almond, tomat, biji bunga matahari dan jenis makanan lainnya.

Manfaat Madu Lebah

Mei 4, 2008

Antara kelebihan madu lebah adalah:

  • selain membekalkan tenaga, ia juga mengandungi protein, mineral, vitamin dan nutrien lain.
  • ia mengandungi agen antioksidan, yang boleh mengurangkan aktiviti radikal bebas yang memusnahkan sel.
  • ia boleh meredakan sakit kepala – migrain ,membantu penggunaan kalsium dan menghalang osteoporosis.
  • ia juga boleh menyembuhkan penyakit konjunctivitis, jangkitan telinga, hidung tersumbat dan sakit tekak.
  • Royal Jelly, bahan putih seperti susu yang dihasilkan oleh kelanjar air liur lebah pekerja. Ia mengandungi banyak khasiat nutrien seperti protein, karbohidrat dan mineral. Ia mempunyai kesan positif terhadap kelenjar dan ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan masalah haid dan prostat.
  • Propolis, bahan berwarna perang merupakan ‘glue’ yang digunakan oleh lebah untuk menutup lubang pada sarangnya.’Glue’ ini dikutip oleh lebah daripada sap pokok. Jika pokok tersebut mempunyai bahan antibiotik. propolis akan memindahkan bahan antibiotik dari sarang lebah kepada madu.

Jantung Koroner

Mei 4, 2008

Penyakit jantung koroner memang sangat mematikan. Di negara-negara berkembang seperti Amerika, Inggris, Singapura, dan Indonesia misalnya, penyakit jantung koroner merupakan salah satu pengancam jiwa manusia yang masih sangat merajalela di samping wabah-wabah lain seperti bencana alam atau flu burung. Telah banyak orang yang meninggal karena penyakit ini, dan biaya operasi untuk menyembuhkan pasien penyakit jantung koroner ini pun sangatlah mahal. Walaupun penyakit ini pada umumnya menyerang orang-orang yang relatif sudah cukup tua, sekitar umur 50 tahun dan ke atas, kita tidak boleh mengendurkan kewaspadaan kita dan juga pengetahuan kita tentang penyakit jantung koroner, karena penyakit ini berawal dari kelalaian kita saat kita masih muda.

Arteri koroner merupakan pembuluh darah yang mensuplai jantung dengan darah. Arteri koroner itu lebih spesifiknya memberikan oksigen-oksigen yang terdapat di dalam darah ke otot – otot jantung yang terdapat di dinding jantung. Hal ini sangat perlu dipertahankan agar seseorang dapat bertahan hidup karena oksigen-oksigen ini akan digunakan untuk respirasi otot jantung agar jantung dapat terus memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Jika oksigen-oksigen ini tidak dapat disalurkan dengan baik ke otot-otot jantung, maka jantung akan menjadi lemah dan tidak dapat menyediakan darah ke seluruh bagian tubuh. Hasilnya, orang tersebut akan meninggal karena proses-proses biologis di dalam dirinya tidak dapat dilakukan karena organ-organ tubuh tidak mendapatkan nutrisi dan oksigen dari darah.

Dalam penyakit jantung koroner, arteri koroner ini menjadi semakin sempit dan kadang-kadang terblokir. Hal ini menyebabkan darah tidak dapat disalurkan dengan baik ke otot-otot jantung. Pada tahap awal, mungkin si penderita masih dapat bernafas dengan normal dan darah yang mengalir ke otot jantung masih cukup. Namun, ketika dia melakukan aktivitas yang melelahkan seperti berolahraga atau memarahi orang lain, arteri koroner yang menyempit tidak dapat mensuplai darah yang cukup ke otot-otot jantung. Padahal, pada saat ini, jantung memerlukan darah lebih agar tubuh mendapatkan energi yang cukup untuk melakukan aktivitas yang melelahkan itu. Si penderita bisa jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri, dan bahkan bisa langsung meninggal dunia. Baca entri selengkapnya »

Bila Anda was was terkena DBD,sedia selalu Psidium guajava L alias jambu biji,ungkap tim peneliti dari fakultas Farmasi Universitas Erlangga.Ternyata,bukan hanya buahnya yang efektif dalam mengatasi DBD,daunnya pun bermanfaat,Senyawa tannin dan flavonoidyang terkandung dalam daun jambu biji diketahui dapat menghambat aktvitas pertumbuhan virus dengue.Selain itu,daun jambu biji juga dapatmeningkatkan trombosit tanpa efek samping.

“Tambahkan seduhan angkak,agar lebih cepat sembuh”begitu saran nenek yang telah berpengalaman dengan resep warisan leluhur.Jika anda terkena DBD,ingat pesan ini.

Banyak jalan untuk melangsingkan badan. Misalnya, dengan obat atau jamu pelangsing, teknik sedot lemak, atau gelang silikon. Padahal ada cara yang lebih sehat, mudah, dan murah, yakni dengan berolahraga dan diet rendah karbohidrat. Hati-hati, kegemukan bisa gara-gara virus!

langsing3.jpg (16669 bytes)
Cindy Crawford, “Loncat tali menolong saya.”

Naiknya bobot badan sering kali bukan fakta yang menggembirakan. Apalagi bagi mereka yang selalu mengutamakan penampilan menarik. Cindy Crawford, misalnya. Wanita model kaliber dunia yang pernah membintangi iklan produk pizza terkenal ini menyatakan, untuk mempertahankan bobot badan ideal agar tetap tampak semampai ia rajin melakukan olahraga loncat tali.

“Olahraga ini mudah dan membantu mempertahankan bobot badan saya,” ujarnya. Sedangkan Brook Shields, aktris film cantik AS, istri bintang tenis Andre Agassi, berhasil menurunkan bobot badan sampai 7 kg berkat pantang masuk restoran selama beberapa bulan. Bintang film kawakan asal Italia, Sophia Loren, di usia senjanya pun tetap memperhatikan kelangsingan tubuhnya. “Saya mengurangi makan pasta yang selalu dianjurkan para ibu Italia,” ujarnya. “Makan pagi saya ganti dengan buah-buahan. Makan siang dan malam tetap pasta tapi dengan porsi kecil.”

Memang, ada banyak cara menurunkan bobot badan. Ada diet macan yang lebih mementingkan konsumsi daging, diet buah-buahan, membatasi makan nasi dan makanan berkarbohidrat tinggi lain seperti makanan dari terigu, jagung, singkong, atau ubi, serta mengurangi konsumsi gula. Banyak juga iklan di media masa yang menjanjikan penurunan bobot badan sampai beberapa kilogram hanya dalam beberapa minggu. Atau, dengan tusuk jarum, sedot lemak, minum jejamuan, minum teh hijau, dsb.

Begitu beragamnya kiat yang bisa dilakukan, justru sering membuat orang bingung, mana cara yang paling efektif.

Menurut dr. Sadoso Sumosardjuno, D.S.O.R, pakar kesehatan olahraga dan pimpinan Manggala Health Screening Center, Jakarta, menurunkan bobot badan secara sehat, yang terbaik dengan mengatur makan disertai olahraga. Disarankan, olahraga itu berupa kombinasi latihan beban dan aerobik.

Bintang film Jane Fonda, penggemar senam aerobik, juga mengakui ampuhnya kiat itu. “Latihan fisik harus dibarengi dengan pengaturan makan,” katanya. Diet rendah lemak dikombinasi dengan aerobik low impact, bagi dia merupakan satu-satunya cara untuk mengontrol kebugaran dan berat badan. Ia menghindari daging merah, tapi tetap makan daging ayam, ikan, makanan dari terigu, dan mengkonsumsi banyak sayur. “Walaupun saya bukan atlet atau memiliki daya tahan tubuh yang kuat, tapi badan saya lentur. Kini saya terus berusaha menambah daya tahan tubuh dengan latihan fisik secara rutin seperti naik sepeda dan berjalan kaki,” tambahnya.

Baca entri selengkapnya »

Tertawa itu SeHaT

April 15, 2008

Jangan pernah meremehkan tertawa. Meski sederhana, ternyata tertawa memiliki banyak manfaat. Coba saja terapi tertawa yang diperkenalkan National Integration Movement. Tiap dua pekan sekali, Gerakan Integrasi Nasional menyelenggarakan terapi tawa massal di Lapangan Monas, Jakarta Pusat.

Baca entri selengkapnya »

brain_strokeKasus stroke meningkat di negara maju seperti Amerika dimana kegemukan dan junk food telah mewabah. Berdasarkan data statistik di Amerika, setiap tahun terjadi 750.000 kasus stroke baru di Amerika. Dari data tersebut menunjukkan bahwa setiap 45 menit, ada satu orang di Amerika yang terkena serangan stroke.

Menurut Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki), terdapat kecenderungan meningkatnya jumlah penyandang stroke di Indonesia dalam dasawarsa terakhir. Kecenderungannya menyerang generasi muda yang masih produktif. Hal ini akan berdampak terhadap menurunnya tingkat produktifitas serta dapat mengakibatkan terganggunya sosial ekonomi keluarga.

Tidak dapat dipungkiri bahwa peningkatan jumlah penderita stroke di Indonesia identik dengan wabah kegemukan akibat pola makan kaya lemak atau kolesterol yang melanda di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia.

Di Indonesia, stroke merupakan penyakit nomor tiga yang mematikan setelah jantung dan kanker. Bahkan, menurut survei tahun 2004, stroke merupakan pembunuh no.1 di RS Pemerintah di seluruh penjuru Indonesia.

Diperkirakan ada 500.000 penduduk yang terkena stroke. Dari jumlah tersebut, sepertiganya bisa pulih kembali, sepertiga lainnya mengalami gangguan fungsional ringan sampai sedang dan sepertiga sisanya mengalami gangguan fungsional berat yang mengharuskan penderita terus menerus di kasur.

Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. WHO mendefinisikan bahwa stroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak dan bukan oleh yang lain dari itu.

Mengenali Jenis-jenis Stroke

jenis strokeStroke dibagi menjadi dua jenis yaitu stroke iskemik maupun stroke hemorragik. Pada stroke iskemik, aliran darah ke otak terhenti karena aterosklerosis (penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah) atau bekuan darah yang telah menyumbat suatu pembuluh darah ke otak. Hampir sebagian besar pasien atau sebesar 83% mengalami stroke jenis ini.

Pada stroke hemorragik, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya. Hampir 70 persen kasus stroke hemorrhagik terjadi pada penderita hipertensi.

Baca entri selengkapnya »

Perkembangan yang sangat pesat dari industri polimer sintetik membuat kehidupan kita selalu dimanjakan oleh kepraktisan dan kenyamanan dari produk yang mereka hasilkan. Bahkan plastik dianggap sebagai salah satu ciri kemunculan zaman modern yang ditandai dengan kehidupan yang serba praktis dan nyaman. Namun, beberapa laporan ini menguak sisi lain dari kemudahan yang diberikan oleh bahan-bahan yang terbuat dari polimer sintetis.

Kebanyakan plastik seperti PVC, agar tidak bersifat kaku dan rapuh ditambahkan dengan suatu bahan pelembut (plasticizers). Bahan pelembut ini kebanyakannya terdiri atas kumpulan ftalat (ester turunan dari asam ftalat). Beberapa contoh pelembut adalah epoxidized soybean oil (ESBO), di(2-ethylhexyl)adipate (DEHA), dan bifenil poliklorin (PCB) yang digunakan dalam industri pengepakan dan pemrosesan makanan, acetyl tributyl citrate (ATBC) dan di(-2ethylhexyl) phthalate (DEHP) yang digunakan dalam industri pengepakan film (Sheftel, 2000).

Namun, penggunaan bahan pelembut ini yang justru dapat menimbulkan masalah kesehatan. Sebagai contoh, penggunaan bahan pelembut seperti PCB sekarang sudah dilarang pemakaiannya karena dapat menimbulkan kematian jaringan dan kanker pada manusia (karsinogenik). Di Jepang, keracunan PCB menimbulkan penyakit yang dikenal sebagai yusho. Tanda dan gejala dari keracunan ini berupa pigmentasi pada kulit dan benjolan-benjolan, gangguan pada perut, serta tangan dan kaki lemas. Sedangkan pada wanita hamil, mengakibatkan kematian bayi dalam kandungan serta bayi lahir cacat.

Contoh lain bahan pelembut yang dapat menimbulkan masalah adalah DEHA. Berdasarkan penelitian di Amerika Serikat, plastik PVC yang menggunakan bahan pelembut DEHA dapat mengkontaminasi makanan dengan mengeluarkan bahan pelembut ini ke dalam makanan. Data di AS pada tahun 1998 menunjukkan bahwa DEHA dengan konsentrasi tinggi (300 kali lebih tinggi dari batas maksimal DEHA yang ditetapkan oleh FDA/ badan pengawas obat makanan AS) terdapat pada keju yang dibungkus dengan plastik PVC (Awang MR, 1999).

DEHA mempunyai aktivitas mirip dengan hormon estrogen (hormon kewanitaan pada manusia). Berdasarkan hasil uji pada hewan, DEHA dapat merusakkan sistem peranakan dan menghasilkan janin yang cacat, selain mengakibatkan kanker hati (Awang MR, 1999). Meskipun dampak DEHA pada manusia belum diketahui secara pasti, hasil penelitian yang dilakukan pada hewan sudah sepantasnya membuat kita berhati-hati.

Berkaitan dengan adanya kontaminasi DEHA pada makanan, Badan Pengawas Obat dan Makanan Eropa telah membatasi ambang batas DEHA yang masih aman bila terkonsumsi, yaitu 18 bpj (bagian per sejuta). Lebih dari itu dianggap berbahaya untuk dikonsumsi.

Untuk menghindari bahaya yang mungkin terjadi jika setiap hari kita terkontaminasi oleh DEHA, maka sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus makanan lain yang tidak mengandung bahan pelembut, seperti plastik yang terbuat dari polietilena atau bahan alami (daun pisang misalnya).

Bahaya lain yang dapat mengancam kesehatan kita adalah jika kita membakar bahan yang terbuat dari plastik. Seperti kita ketahui, plastik memiliki tekstur yang kuat dan tidak mudah terdegradasi oleh mikroorganisme tanah. Oleh karena itu seringkali kita membakarnya untuk menghindari pencemaran terhadap tanah dan air di lingkungan kita (Plastik dari sektor pertanian saja, di dunia setiap tahun mencapai 100 juta ton. Jika sampah plastik ini dibentangkan, maka dapat membungkus bumi sampai sepuluh kali lipat). Namun pembakaran plastik ini justru dapat mendatangkan masalah tersendiri bagi kita. Plastik yang dibakar akan mengeluarkan asap toksik yang apabila dihirup dapat menyebabkan sperma menjadi tidak subur dan terjadi gangguan kesuburan. Pembakaran PVC akan mengeluarkan DEHA yang dapat mengganggu keseimbangan hormon estrogen manusia. Selain itu juga dapat mengakibatkan kerusakan kromosom dan menyebabkan bayi-bayi lahir dalam kondisi cacat.

Pekerja-pekerja wanita dalam industri getah, plastik dan tekstil seringkali mengalami kejadian bayi mati dalam kandungan dan ukuran bayi yang kecil. Kajian terhadap 2,096 orang ibu dan 3,170 orang bapak di Malaysia pada tahun 2002 menunjukkan bahwa 80% wanita menghadapi bahaya kematian anak dalam kandungan jika bekerja di industri getah dan plastik dan 90% wanita yang suaminya bekerja di industri pewarna tekstil, plastik dan formaldehida.

Satu lagi yang perlu diwaspadai dari penggunaan plastik dalam industri makanan adalah kontaminasi zat warna plastik dalam makanan. Sebagai contoh adalah penggunaan kantong plastik hitam (kresek) untuk membungkus makanan seperti gorengan dan lain-lain. Menurut Made Arcana, ahli kimia dari Institut Teknologi Bandung yang dikutip Gatra edisi Juli 2003, zat pewarna hitam ini kalau terkena panas (misalnya berasal dari gorengan), bisa terurai, terdegradasi menjadi bentuk radikal. Zat racun itu bisa bereaksi dengan cepat, seperti oksigen dan makanan. Kalaupun tak beracun, senyawa tadi bisa berubah jadi racun bila terkena panas. Bentuk radikal ini karena memiliki satu elektron tak berpasangan menjadi sangat reaktif dan tidak stabil sehingga dapat berbahaya bagi kesehatan terutama dapat menyebabkan sel tubuh berkembang tidak terkontrol seperti pada penyakit kanker. Namun, apakah munculnya kanker ini disebabkan plastik itu atau karena mengkonsumsi makanan tercemar kantong plastik beracun, harus dibuktikan. Sebab, banyak faktor yang menentukan terjadinya kanker, misalnya kekerapan orang mengonsumsi makanan yang tercemar, sistem kekebalan, faktor genetik, kualitas plastik, dan makanan. Bila terakumulasi, bisa menimbulkan kanker.

Styrofoam yang sering digunakan orang untuk membungkus makanan atau untuk kebutuhan lain juga dapat menimbulkan masalah. Menurut Prof Dr Hj Aisjah Girindra, ahli biokimia Departemen Biokimia FMIPA-IPB, hasil survei di AS pada tahun 1986 menunjukkan bahwa 100% jaringan lemak orang Amerika mengandung styrene yang berasal dari styrofoam. Penelitian dua tahun kemudian menyebutkan kandungan styrene sudah mencapai ambang batas yang bisa memunculkan gejala gangguan saraf.

Lebih mengkhawatirkan lagi bahwa pada penelitian di New Jersey ditemukan 75% ASI (air susu ibu) terkontaminasi styrene. Hal ini terjadi akibat si ibu menggunakan wadah styrofoam saat mengonsumsi makanan. Penelitian yang sama juga menyebutkan bahwa styrene bisa bermigrasi ke janin melalui plasenta pada ibu-ibu yang sedang mengandung. Terpapar dalam jangka panjang, tentu akan menyebabkan penumpukan styrene dalam tubuh. Akibatnya bisa muncul gejala saraf, seperti kelelahan, gelisah, sulit tidur, dan anemia.

Selain menyebabkan kanker, sistem reproduksi seseorang bisa terganggu. Berdasarkan hasil penelitian, styrofoam bisa menyebabkan kemandulan atau menurunkan kesuburan. Anak yang terbiasa mengonsumsi styrene juga bisa kehilangan kreativitas dan pasif.

Mainan anak yang terbuat dari plastik yang diberi zat tambahan ftalat agar mainan menjadi lentur juga dapat menimbulkan masalah. Hasil penelitian ilmiah yang dilakukan para pakar kesehatan di Uni Eropa menyebutkan bahwa bahan kimia ftalat banyak menyebabkan infeksi hati dan ginjal. Oleh karena itu Komisi Eropa melarang penggunaan ftalat untuk bahan pembuatan mainan anak.

Ancaman kesehatan yang terakhir (sebenarnya masih cukup banyak contoh lainnya) datang dari kegiatan yang sering tidak sadar kita lakukan (atau mungkin karena ketidaktahuan kita). Seperti yang lazim kita lakukan apabila kita hendak memakan suatu makanan yang panas (misalnya gorengan) atau mencegah tangan terkotori oleh minyak dari gorengan tersebut, maka kita melapisi makanan tersebut dengan kertas tisu. Padahal hal tersebut sebenarnya dapat mengancam kesehatan kita. Kenapa bisa begitu?

Ternyata, zat kimia yang terkandung dalam kertas tisu yang kita gunakan dapat bermigrasi ke makanan yang kita lapisi. Zat ini biasanya sering disebut pemutih klor yang memang ditambahkan dalam pembuatan kertas tisu agar terlihat lebih putih bersih. Zat ini bersifat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker). Oleh karena itu jangan menggunakan bahan ini untuk melapisi makanan yang panas atau berlemak.

Oleh Sapto Nugroho Hadi

Sumber :http://www.chem-is-try.org/?sect=artikel&ext=69

images42.jpgZat pewarna makanan alami sejak dulu telah dikenal dalam industri makanan untuk meningkatkan daya tarik produk makanan tersebut, sehingga konsumen tergugah untuk membelinya.

Namun celakanya sudah sejak lama pula terjadi penyalahgunaan dengan adanya pewarna buatan yang tidak diizinkan untuk digunakan sebagai zat aditif. Contoh yang sering ditemui di lapangan dan diberitakan di beberapa media massa adalah penggunaan bahan pewarna Rhodamine B, yaitu zat pewarna yang lazim digunakan dalam industri tekstil, namun digunakan sebagai pewarna makanan. Baca entri selengkapnya »