<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ctella93's Weblog &#187; resep makanan</title>
	<atom:link href="http://ctella93.wordpress.com/category/resep-makanan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ctella93.wordpress.com</link>
	<description>Colour for your live</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Apr 2009 02:14:30 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ctella93.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/f2fe4e875277bbaf537f3c01be050947?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ctella93's Weblog &#187; resep makanan</title>
		<link>http://ctella93.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ctella93.wordpress.com/osd.xml" title="Ctella93&#8217;s Weblog" />
		<item>
		<title>Kenali mutu seafood</title>
		<link>http://ctella93.wordpress.com/2009/04/22/kenali-mutu-seafood/</link>
		<comments>http://ctella93.wordpress.com/2009/04/22/kenali-mutu-seafood/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 17:53:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ctella93</dc:creator>
				<category><![CDATA[resep makanan]]></category>
		<category><![CDATA[tipz-tipz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ctella93.wordpress.com/?p=340</guid>
		<description><![CDATA[Kerang dan tiram segar memiliki kulit yang tertutup rapat dan di dalamnya penuh cairan bening.  Daging cemerlang dengan bau segar.  Yang tidak segar dicirikan dengan kondisi daging yang merekat atau berlendir, bau amonia dan agak asam. 
Kepiting segar terlihat bersih, baunya manis, daging putih dan mengandung lemak berwarna kuning; sementara jika mutu sudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ctella93.wordpress.com&blog=2603511&post=340&subd=ctella93&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#ffcc99;"><span lang="IN">Kerang dan tiram segar memiliki kulit yang tertutup rapat dan di dalamnya penuh cairan bening.  Daging cemerlang dengan bau segar.  Yang tidak segar dicirikan dengan kondisi daging yang merekat atau berlendir, bau amonia dan agak asam. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;"><span lang="IN">Kepiting segar terlihat bersih, baunya manis, daging putih dan mengandung lemak berwarna kuning; sementara jika mutu sudah menurun maka kulit terbuka (merenggang), daging mengering dan tidak terdapat lagi cairan pada kulit, daging mungkin berubah warna, agak asam dan bau. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;"><span lang="IN">Udang segar mudah bergeser diantara sesamanya, tidak ada bau menusuk, daging kenyal, berwarna hijau keabuan, semi transparan sementara udang yang sudah tidak segar mengeluarkan bau amonia, tanda telah terjadi pembusukan dan timbul warna merah menyolok. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;"><span lang="IN">Pada lobster, yang diinginkan adalah lobster hidup yaitu yang menunjukkan tanda-tanda hidup, alat penjepit masih bergerak, warna sesuai aslinya (tampak kebiruan).  Lobster mentah yang sudah rusak biasanya memiliki warna daging yang agak gelap (menunjukkan adanya pendarahan) tetapi kerusakan yang lain tidak mudah terlihat. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;"><span lang="IN">Lobster  masak yang berasal dari lobster bermutu baik akan berwarna merah cemerlang, berat sesuai ukuran, ekor membengkok kuat ke bawah tubuh, daging padat dan tegang, kalau ekor ditarik akan kembali ke semula.  Lobster masak yang berasal dari lobster mentah bermutu rendah biasanya tidak berwarna merah, kalau ditarik ekor tidak kembali ke kedudukan semula dan terbentuk warna hitam  (black spots) akibat reaksi enzimatis.</span></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ctella93.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ctella93.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ctella93.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ctella93.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ctella93.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ctella93.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ctella93.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ctella93.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ctella93.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ctella93.wordpress.com/340/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ctella93.wordpress.com&blog=2603511&post=340&subd=ctella93&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ctella93.wordpress.com/2009/04/22/kenali-mutu-seafood/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a9c8311829566a818e06c68eb13f2dac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ctella</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>About Sushi</title>
		<link>http://ctella93.wordpress.com/2008/10/21/about-sushi/</link>
		<comments>http://ctella93.wordpress.com/2008/10/21/about-sushi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2008 01:29:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ctella93</dc:creator>
				<category><![CDATA[info]]></category>
		<category><![CDATA[resep makanan]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ctella93.wordpress.com/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[Sushi (鮨, 鮓, atau biasanya すし, 寿司?) adalah makanan Jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk bersama lauk (neta) berupa makanan laut , daging, sayuran mentah atau sudah dimasak. Nasi sushi mempunyai rasa masam yang lembut karena dibumbui campuran cuka beras, garam, dan gula.
Asal-usul kata sushi adalah kata sifat untuk rasa masam yang ditulis dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ctella93.wordpress.com&blog=2603511&post=238&subd=ctella93&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#99ccff;"><strong>Sushi</strong> (鮨, 鮓, atau biasanya すし, 寿司<a href="http://wapedia.mobi/id/Bantuan:Bahasa_Jepang"><sup>?</sup></a>) adalah <a href="http://wapedia.mobi/id/Makanan_Jepang">makanan Jepang</a> yang terdiri dari <a href="http://wapedia.mobi/id/Nasi">nasi</a> yang dibentuk bersama lauk (<em>neta</em>) berupa <a href="http://wapedia.mobi/id/Makanan_laut">makanan laut</a> , <a href="http://wapedia.mobi/id/Daging">daging</a>, <a href="http://wapedia.mobi/id/Sayuran">sayuran</a> mentah atau sudah dimasak. Nasi sushi mempunyai rasa masam yang lembut karena dibumbui campuran <a href="http://wapedia.mobi/id/Cuka">cuka</a> beras, garam, dan gula.</span></p>
<p><span style="color:#99ccff;"><a href="http://ctella93.files.wordpress.com/2008/10/inari-zushi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-239" title="inari-zushi" src="http://ctella93.files.wordpress.com/2008/10/inari-zushi.jpg?w=105&#038;h=102" alt="" width="105" height="102" /></a>Asal-usul kata sushi adalah kata sifat untuk rasa masam yang ditulis dengan huruf kanji (酸し <em>sushi</em><a href="http://wapedia.mobi/id/Bantuan:Bahasa_Jepang"><sup>?</sup></a>). Pada awalnya, sushi yang ditulis dengan huruf kanji 鮓 merupakan istilah untuk salah satu jenis pengawetan ikan disebut (魚醤 <em>gyoshō</em><a href="http://wapedia.mobi/id/Bantuan:Bahasa_Jepang"><sup>?</sup></a>) yang membaluri ikan dengan <a href="http://wapedia.mobi/id/Garam_dapur">garam dapur</a>, bubuk ragi (麹 <em>koji</em><a href="http://wapedia.mobi/id/Bantuan:Bahasa_Jepang"><sup>?</sup></a>) atau ampas <a href="http://wapedia.mobi/id/Sake">sake</a> (糟 <em>kasu</em><a href="http://wapedia.mobi/id/Bantuan:Bahasa_Jepang"><sup>?</sup></a>). Penulisan sushi menggunakan huruf kanji 寿司 yang dimulai pada zaman Edo periode pertengahan merupakan cara penulisan <em>ateji</em> (menulis dengan huruf <a href="http://wapedia.mobi/id/Kanji">kanji</a> lain yang berbunyi yang sama).</span></p>
<h3 class="head2"><span style="color:#99ccff;">1. 1. Nigirizushi</span></h3>
<p><span style="color:#99ccff;">Makanan laut segar (pada umumnya mentah) diletakkan di atas nasi yang dibentuk dengan menaruh nasi di telapak tangan yang satu dan membentuknya dengan jari-jari tangan yang lain. </span><a href="http://wapedia.mobi/id/Nori"><span id="more-238"></span></a><span style="color:#99ccff;"><a href="http://wapedia.mobi/id/Nori">Nori</a> sering dipakai untuk mengikat <em>neta</em> agar tidak terlepas dari nasi. Lauk yang diletakkan di atas sushi juga bisa dalam keadaan matang seperti <a href="http://wapedia.mobi/id/Tamagoyaki">tamagoyaki</a> atau <a href="http://wapedia.mobi/id/Belut">belut</a> unagi dan belut anago yang sudah dipanggang.</span></p>
<div class="pic"><span style="color:#99ccff;"><a id="_href" class="image" name="_href" href="http://wapedia.mobi/id/Berkas:2007feb-sushi-odaiba-manytypes.jpg"><img src="http://pic.srv6.wapedia.mobi/thumb/84f214173/id/fixed/230/129/2007feb-sushi-odaiba-manytypes.jpg?format=jpg,png,gif" alt="Nigirizushi, salah s" width="148" height="129" /></a>Nigirizushi, salah satu jenis sushi</span></div>
<p><span style="color:#99ccff;">Pada mulanya, edozushi adalah sebutan untuk sushi yang menggunakan hasil laut <a href="http://wapedia.mobi/id/Teluk_Tokyo">Teluk Tokyo</a>, tapi sekarang sering digunakan untuk menyebut nigirizushi. Di <a href="http://wapedia.mobi/id/Hokkaido">Hokkaido</a> yang terkenal dengan hasil laut, istilah namazushi (生寿司<a href="http://wapedia.mobi/id/Bantuan:Bahasa_Jepang"><sup>?</sup></a> sushi mentah) dipakai untuk sushi dengan <em>neta</em> mentah. Istilah ini dipakai untuk membedakannya dari sushi asal daerah lain yang sering merebus lebih dulu <em>neta</em> seperti <a href="http://wapedia.mobi/id/Udang">udang</a> yang mudah kehilangan kesegarannya.</span></p>
<h3 class="head3"><span style="color:#99ccff;">1. 1. 1. Neta untuk nigirizushi</span></h3>
<ul>
<li><span style="color:#99ccff;">Ikan: <em>aji</em> (<a href="http://wapedia.mobi/id/Selar">selar</a>), <em>iwashi</em> (<a href="http://wapedia.mobi/id/Lemuru">lemuru</a>), <em>kajikimaguro</em> (<a href="http://wapedia.mobi/id/Marlin">marlin</a>), <em>katsuo</em><a href="http://wapedia.mobi/id/Cakalang">cakalang</a>), <em>karei</em> (<a href="http://wapedia.mobi/id/Ikan_lidah">ikan lidah</a> atau ikan sebelah mata kanan), <a href="http://wapedia.mobi/id/Salem">salem</a>), <em>saba</em> (ikan <a href="http://wapedia.mobi/id/Kembung">kembung</a>), <em>sanma</em> (<a href="http://wapedia.mobi/id/Saury">saury</a>), <em>suzuki</em> (<a href="http://wapedia.mobi/id/Kerapu">kerapu</a>), <a href="http://wapedia.mobi/id/Kakap">kakap</a>, <em>hamachi</em><a href="http://wapedia.mobi/id/Sunglir">sunglir</a>, nama bergantung usia ikan, bisa disebut <em>buri</em> atau <em>kanpachi</em>), ikan <em>hiramasa</em>, <em>hirame</em> (<a href="http://wapedia.mobi/id/Ikan_sebelah">ikan sebelah</a>), <em>toro</em> (daging perut yang berlemak dari ikan <a href="http://wapedia.mobi/id/Tuna">tuna</a> atau tongkol), <em>mekajiki</em> (<a href="http://wapedia.mobi/id/Todak">todak</a>), ikan <em>ainame</em>.</span> ( (ikan</li>
<li><span style="color:#99ccff;">Kerang: <em>aoyagi</em> (<em>bakagai</em>), <em>akagai</em>, <em>hotategai</em> (<a href="http://wapedia.mobi/id/Tiram">tiram</a>), <em>hokkigai</em> (<em>ubagai</em>), <em>mirugai</em> (<em>mirukui</em>), <em>tsubu</em>.</span></li>
<li><span style="color:#99ccff;">Belut: <em>anago</em>, <em>unagi</em></span></li>
<li><span style="color:#99ccff;">Udang: <em>amaebi</em>, blacktiger, <em>kuruma ebi</em>, <a href="http://wapedia.mobi/id/Lobster">lobster</a>, <em>botan ebi</em></span></li>
<li><span style="color:#99ccff;">Kepiting (rajungan): <em>zuwaigani</em>, <em>tarabagani</em></span></li>
<li><span style="color:#99ccff;">Telur ikan: <em>ikura</em>, <em>tobiko</em></span></li>
<li><span style="color:#99ccff;">Cumi-cumi, uni (<a href="http://wapedia.mobi/id/Bulu_babi">bulu babi</a>), dan <a href="http://wapedia.mobi/id/Gurita">gurita</a></span></li>
<li><span style="color:#99ccff;"><a href="http://wapedia.mobi/id/Aburage">Aburage</a>, <em>kanikamaboko</em> (<a href="http://wapedia.mobi/id/Kamaboko">kamaboko</a> daging kepiting tiruan), kampyo (serutan labu yang dikeringkan), mentimun, <a href="http://wapedia.mobi/id/Tamagoyaki">dashimaki</a>, <a href="http://wapedia.mobi/id/Natto">natto</a> (kedelai fermentasi), neri ume (saus buah <a href="http://wapedia.mobi/id/Plum">plum</a>), negitoro (cacahan daging ikan tuna dengan daun bawang), tsukemono (sayuran hasil fermentasi).</span></li>
</ul>
<p><span style="color:#99ccff;">Sushi yang dijual di <a href="http://wapedia.mobi/id/Kaitenzushi">kaitenzushi</a> mempunyai banyak variasi <em>neta</em> yang bukan asli Jepang, seperti <em>miniburg</em> (daging isi hamburger), berbagai macam jenis daging seperti <a href="http://wapedia.mobi/id/Charsiu">charsiu</a>, ikan tuna kaleng, dan <a href="http://wapedia.mobi/id/Alpukat">alpukat</a>.</span></p>
<h3 class="head3"><span style="color:#99ccff;">1. 1. 2. Cara makan</span></h3>
<ul>
<li><span style="color:#99ccff;">Nigirizushi dinikmati dengan mencelup sedikit bagian <em>neta</em> ke dalam kecap asin.</span></li>
<li><span style="color:#99ccff;">Nigirizushi umumnya dimakan dengan tangan, walaupun boleh-boleh saja dimakan memakai sumpit.</span></li>
<li><span style="color:#99ccff;">Nigirizushi biasanya dimakan dengan sekali suap.</span></li>
</ul>
<h3 class="head3"><span style="color:#99ccff;">1. 1. 3. Teknik mengepal nasi</span></h3>
<p><span style="color:#99ccff;">Ada beberapa teknik mengepal nasi yang merupakan seni keterampilan yang harus dikuasai ahli sushi (寿司職人 <em>sushi shokunin</em><a href="http://wapedia.mobi/id/Bantuan:Bahasa_Jepang"><sup>?</sup></a>):</span></p>
<ul>
<li><span style="color:#99ccff;">Tegaeshi: </span>
<ul>
<li><span style="color:#99ccff;">Hon tegaeshi</span></li>
<li><span style="color:#99ccff;">Ko tegaeshi</span></li>
<li><span style="color:#99ccff;">Tate gaeshi</span></li>
<li><span style="color:#99ccff;">Yoko tegaeshi</span></li>
</ul>
</li>
<li><span style="color:#99ccff;">Oyayubi nigiri</span></li>
</ul>
<p><span style="color:#99ccff;">Berdasarkan kekuatan tangan sewaktu mengepal, bentuk nasi bisa berupa bentuk silinder (<em>tawaragata</em>), kotak persegi empat (<em>hakogata</em>), dan kapal (<em>funegata</em>).</span></p>
<p><span style="color:#99ccff;">Di restoran kaitenzushi, nasi yang sudah dibumbui dibentuk secara otomatis menggunakan mesin sushi, bahkan ada nasi bentukan mesin yang sudah diberi <a href="http://wapedia.mobi/id/Wasabi">wasabi</a> atau diikat dengan nori. Mesin pembuat sushi ada juga yang terlihat seperti tempat nasi tradisional dari kayu agar penikmat sushi mendapat kesan seolah-olah makan sushi yang dikepal oleh ahli sushi sungguhan.</span></p>
<h3 class="head3"><span style="color:#99ccff;">1. 1. 4. Ahli sushi</span></h3>
<p><span style="color:#99ccff;">Ahli sushi (<em>sushi shokunin</em>) adalah sebutan terhormat ahli sushi di restoran sushi tradisional. Di Jepang, ahli sushi merupakan profesi terhormat dengan penghasilan tinggi.</span></p>
<p><span style="color:#99ccff;">Ahli sushi pada umumnya adalah pria, dan wanita hampir tidak pernah diberi kesempatan. Di restoran sushi, jenis kelamin laki-laki adalah syarat tidak tertulis untuk menjadi ahli sushi. Tradisi ini berasal dari tradisi kuno Jepang yang menempatkan laki-laki pada kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan perempuan. Walaupun demikian, alasan yang lebih masuk akal adalah suhu tubuh pria yang umumnya lebih rendah dari suhu tubuh wanita. Perubahan fisiologis setiap bulan yang dialami wanita menyebabkan wanita tidak sesuai untuk memegang makanan laut mentah yang rasa dan warnanya mudah dipengaruhi suhu tubuh orang yang memegang.</span></p>
<p><span style="color:#99ccff;">Di Jepang, ahli sushi wanita umumnya tidak disukai pengunjung restoran sushi. Selain itu, pertimbangan higienis yang tidak jelas asal-usulnya menjadikan ahli sushi tetap merupakan didominasi pria. Walaupun demikian, wanita ahli sushi mulai banyak dipekerjakan di kaitenzushi. Mereka dilarang keras menggunakan kosmetik yang mengandung parfum atau mengecat kuku.</span></p>
<p><span style="color:#99ccff;">Menurut cerita yang suka dibesar-besarkan, syarat bagi ahli sushi untuk bisa mandiri adalah pengalaman magang paling sedikit 10 tahun, mencakup pelajaran mengepal (<em>nigiri</em>) 3 tahun dan pelajaran menggulung (<em>maki</em>) 8 tahun. Persyaratan formal untuk menjadi ahli sushi sebenarnya tidak ada. Sebagian besar karier ahli sushi justru dimulai sebagai buruh yang dibayar per jam. Keterampilan memilih ikan segar di pasar memang memerlukan pengalaman selama bertahun-tahun. Namun, keterampilan mengepal nasi sudah dikuasai oleh <a href="http://wapedia.mobi/id/Robot">robot</a> pembuat sushi.</span></p>
<h3 class="head3"><span style="color:#99ccff;">1. 1. 5. Cara menghitung nigirizushi</span></h3>
<p><span style="color:#99ccff;">Dalam <a href="http://wapedia.mobi/id/Bahasa_Jepang">bahasa Jepang</a>, Nigirizushi tidak dihitung bukan berdasarkan jumlah kepal (buah), melainkan jumlah porsi yang disebut <em>kan</em> (貫, かん<a href="http://wapedia.mobi/id/Bantuan:Bahasa_Jepang"><sup>?</sup></a>) dengan berat 1 <em>kan</em> sekitar 40-50 gram (kira-kira sama dengan 2 buah sushi). Nigirizushi 1 <em>kan</em> berarti satu porsi (1 piring) nigirizushi yang terdiri dari 2 buah sushi. Sementara itu, 1/2 <em>kan</em> berarti 1 buah sushi, walaupun 1 <em>kan</em><em>neta</em> tersebut besar dan mahal.</span> dapat saja terdiri dari 1 buah sushi bila</p>
<p><span style="color:#99ccff;">Cara menghitung inarizushi juga sama seperti menghitung Nigirizushi, 2 buah Inarizushi sebagai 1 <em>kan</em> (1 porsi) walaupun ada tempat juga yang menghitung per buah.</span></p>
<h3 class="head3"><span style="color:#99ccff;">1. 1. 6. Istilah khusus</span></h3>
<p><span style="color:#99ccff;">Restoran sushi atau <em>sushi bar</em> di Jepang mempunyai istilah-istilah khusus yang memiliki arti lain dalam bahasa Jepang standar.</span></p>
<ul>
<li><span style="color:#99ccff;">Agari (teh hijau)</span></li>
<li><span style="color:#99ccff;">Otesho (kecap asin) atau disebut tamari di daerah <a href="http://wapedia.mobi/id/Kansai">Kansai</a></span></li>
<li><span style="color:#99ccff;">Kappa (mentimun)</span></li>
<li><span style="color:#99ccff;">Gari (asinan <a href="http://wapedia.mobi/id/Jahe">jahe</a>)</span></li>
<li><span style="color:#99ccff;">Gyoku (<a href="http://wapedia.mobi/id/Tamagoyaki">tamagoyaki</a> atau dashimaki)</span></li>
<li><span style="color:#99ccff;">Kusa (nori)</span></li>
<li><span style="color:#99ccff;">Gunkan (sushi yang dikelilingi oleh nori)</span></li>
<li><span style="color:#99ccff;">Shari (nasi untuk sushi)</span></li>
<li><span style="color:#99ccff;">Tsume atau nitsume (saus kental rasa manis-asin yang dioleskan pada anago, kerang hamaguri atau <em>neta</em> sejenis yang rasanya hambar)</span></li>
<li><span style="color:#99ccff;">Toro (bagian perut ikan tuna), dibagi-bagi lagi menurut kadar lemak: ootoro dan chutoro</span></li>
<li><span style="color:#99ccff;">Namida atau sabi (<a href="http://wapedia.mobi/id/Wasabi">wasabi</a>)</span></li>
<li><span style="color:#99ccff;">Haran atau baran (daun hijau penghias sushi, sekarang dipakai daun plastik)</span></li>
<li><span style="color:#99ccff;">Murasaki (kecap asin)</span></li>
</ul>
<h3 class="head2"><span style="color:#99ccff;">1. 2. Makizushi</span></h3>
<p><span style="color:#99ccff;">Sushi berupa gulungan nasi berisi potongan mentimun, <a href="http://wapedia.mobi/id/Tamagoyaki">tamagoyaki</a> dan <em>neta</em><em>sudare</em> (anyaman bambu bentuk persegi panjang).</span> lain yang yang dibungkus lembaran nori. Nasi digulung dengan bantuan</p>
<p><span style="color:#99ccff;">Makizushi dibagi menjadi:</span></p>
<ul>
<li><span style="color:#99ccff;">Hosomaki: gulungan berdiameter minimum 3 cm hanya berisi satu jenis <em>neta</em> (misalnya mentimun atau tuna).</span></li>
<li><span style="color:#99ccff;">Futomaki: gulungan berdiameter di atas 5 cm berisi berbagai macam <em>neta</em>.</span></li>
<li><span style="color:#99ccff;">Temakizushi: nasi digulung sendiri dengan nori sebelum dimakan, <em>neta</em> juga dipilih sendiri dari piring.</span></li>
</ul>
<p><span style="color:#99ccff;">Di daerah Kansai terdapat tradisi <em>ehomaki</em> untuk mengundang keberuntungan pada <a href="http://wapedia.mobi/id/Hari_Ekuinoks_Musim_Semi">Hari Ekuinoks Musim Semi</a>. Satu gulung utuh Futomakizushi harus dimakan sambil menghadap ke arah mata angin keberuntungan. Ketika memakannya, orang juga dilarang mengeluarkan suara atau berbicara. Tradisi ini mulanya dipopulerkan oleh asosiasi pedagang sushi pada tahun 1970-an.</span></p>
<div class="pic"><span style="color:#99ccff;"><a id="_href" class="image" name="_href" href="http://wapedia.mobi/id/Berkas:MakisuMats.Japan.jpg"><img src="http://pic.srv5.wapedia.mobi/thumb/84f214173/id/fixed/230/133/MakisuMats.Japan.jpg?format=jpg,png,gif" alt="Sudare (anyaman bamb" width="230" height="133" /><br />
</a><em><em>Sudare</em> (anyaman bambu untuk menggulung makizushi)</em></span></div>
<div class="pic"><span style="color:#99ccff;"><br />
</span></div>
<div class="pic">
<h3 class="head2"><span style="color:#99ccff;">1. 3. Chirashizushi</span></h3>
<p><span style="color:#99ccff;">Nasi sushi dimakan bersama <em>neta</em> berupa makanan laut dan sayur-sayuran yang dipotong kecil-kecil. Nasi sushi tidak dibentuk melainkan diisikan ke dalam wadah dari kayu, piring atau mangkuk. Chirashizushi merupakan salah satu masakan rumah yang populer di Jepang untuk memperingati hari-hari istimewa seperti ulang tahun anak-anak dan perayaan <a href="http://wapedia.mobi/id/Hina_Matsuri">Hina Matsuri</a>.</span></p>
<p><span style="color:#99ccff;">Di daerah-daerah lain di Jepang, chirashizuhi mempunyai banyak nama lain seperti suzushi di <a href="http://wapedia.mobi/id/Prefektur_Kagoshima">Prefektur Kagoshima</a>, matsurizushi di <a href="http://wapedia.mobi/id/Prefektur_Okayama">Prefektur Okayama</a>, tekonezushi (di <a href="http://wapedia.mobi/id/Prefektur_Mie">Prefektur Mie</a>), bahkan ada daerah-daerah tertentu yang menghias chirashizushi dengan buah-buahan seperti potongan <a href="http://wapedia.mobi/id/Apel">apel</a>, <a href="http://wapedia.mobi/id/Jeruk">jeruk</a>, dan <a href="http://wapedia.mobi/id/Ceri">ceri</a>.</span></p>
<h3 class="head2"><span style="color:#99ccff;">1. 4. Oshizushi</span></h3>
<p><span style="color:#99ccff;">Nasi disusun bersama <em>neta</em> yang dipres untuk sementara waktu dengan maksud memadatkan nasi agar sushi yang dihasilkan berbentuk persegi panjang yang lalu dipotong-potong agar mudah dinikmati. Oshizushi ada juga yang dibungkus daun bambu lalu dipres untuk sementara waktu, antara beberapa jam sampai satu malam. Nama-nama Oshizushi yang populer antara lain:</span></p>
<ul>
<li><span style="color:#99ccff;">Sabazushi berisi ikan kembung yang mempunyai beberapa nama lain seperti battera di <a href="http://wapedia.mobi/id/Prefektur_Osaka">Prefektur Osaka</a> atau bozushi di <a href="http://wapedia.mobi/id/Kyoto">Kyoto</a></span></li>
<li><span style="color:#99ccff;">Masuzushi di <a href="http://wapedia.mobi/id/Prefektur_Toyama">Prefektur Toyama</a></span></li>
<li><span style="color:#99ccff;">Oshizushi ikan Funa dari <a href="http://wapedia.mobi/id/Prefektur_Mie">Prefektur Mie</a></span></li>
<li><span style="color:#99ccff;">Sanmazushi dan Gozaemonzushi dari <a href="http://wapedia.mobi/id/Prefektur_Tottori">Prefektur Tottori</a></span></li>
<li><span style="color:#99ccff;">Iwakunizushi dari <a href="http://wapedia.mobi/id/Prefektur_Yamaguchi">Prefektur Yamaguchi</a></span></li>
</ul>
<h3 class="head2"><span style="color:#99ccff;">1. 5. Narezushi</span></h3>
<p><span style="color:#99ccff;">Sushi zaman kuno adalah ikan yang dilumuri garam dan nasi, lalu dibiarkan hingga terfermentasi. Funazushi dari <a href="http://wapedia.mobi/id/Prefektur_Shiga">Prefektur Shiga</a> dan hatahatazushi dari <a href="http://wapedia.mobi/id/Prefektur_Akita">Prefektur Akita</a> adalah dua contoh sushi asal zaman kuno. Ada pula narezushi yang ditambah ragi untuk membantu proses fermentasi, contohnya kaburazushi dari <a href="http://wapedia.mobi/id/Prefektur_Ishikawa">Prefektur Ishikawa</a> dan Izushi dari <a href="http://wapedia.mobi/id/Hokkaido">Hokkaido</a>.</span></p>
<p><span style="color:#99ccff;">Kaburazushi adalah jenis sushi yang tidak dibentuk bersama nasi. Sushi dibuat dengan menjepit irisan ikan mentah di antara dua lembar irisan lobak <em>kabura</em>. Setelah itu, sushi disusun di dalam tong kayu berisi campuran nasi tanak bercampur ragi. Lama fermentasi selama beberapa hari. Kaburazushi dimakan dengan tidak mencuci nasi hasil fermentasi yang menempel.</span></p>
<h3 class="head2"><span style="color:#99ccff;">1. 6. Inarizushi</span></h3>
<p><span style="color:#99ccff;">Nasi sushi dibungkus <a href="http://wapedia.mobi/id/Aburage">aburage</a> yang sebelumnya sudah dimasak bersama kecap asin dan gula. Inarizushi tidak berisi ikan atau lauk lain karena aburage sudah merupakan sumber protein. Inarizushi berasal dari kuil Toyokawa Inari di kota Toyokawa, <a href="http://wapedia.mobi/id/Prefektur_Aichi">Prefektur Aichi</a>.</span></p>
<h3 class="head2"><span style="color:#99ccff;">1. 7. Variasi</span></h3>
<h3 class="head3"><span style="color:#99ccff;">1. 7. 1. Sushi daerah Kansai</span></h3>
<p><span style="color:#99ccff;">Sushi di daerah Kansai umumnya lebih mementingkan perpaduan rasa antara nasi dan lauk daripada kesegaran ikan. Pedagang sushi membuatnya agar rasa tidak mudah berubah kalau dibeli untuk dibawa pulang. Di antara sushi khas Osaka adalah hakozushi (<em>oshizushi</em>), barazushi (<em>gomokuzushi</em>) dan berbagai macam makizushi, dan battera (sushi ikan kembung).</span></p>
<h3 class="head3"><span style="color:#99ccff;">1. 7. 2. Sushi bungkus daun</span></h3>
<div class="pic"><span style="color:#99ccff;"><a id="_href" class="image" name="_href" href="http://wapedia.mobi/id/Berkas:Kakinohazusi.jpg"><img src="http://pic.srv5.wapedia.mobi/thumb/84f214173/id/fixed/230/172/Kakinohazusi.jpg?format=jpg,png,gif" alt="Sushi bungkus daun k" width="230" height="172" /><br />
</a> Sushi bungkus daun <a title="Kesemek" href="http://wapedia.mobi/id/Kesemek">kesemek</a> khas Nara dan Wakayama</span></div>
<p><span style="color:#99ccff;">Sushi ikan kembung yang dibungkus daun pohon persimon dari <a href="http://wapedia.mobi/id/Prefektur_Nara">Prefektur Nara</a> dan <a href="http://wapedia.mobi/id/Prefektur_Wakayama">Wakayama</a> adalah jenis sushi tahan lama.</span></p>
<h3 class="head1"><span style="color:#99ccff;">2. Sejarah</span></h3>
<p><span style="color:#99ccff;">Konon kebiasaan mengawetkan ikan dengan menggunakan beras dan cuka berasal dari daerah pegunungan di <a href="http://wapedia.mobi/id/Asia_Tenggara">Asia Tenggara</a>. Sementara itu, nigirizushi dikenal di Jepang sejak <a href="http://wapedia.mobi/id/Zaman_Edo">zaman Edo</a>. Sebelum zaman Edo, sebagian besar sushi yang dikenal di Jepang adalah jenis oshizushi (sushi yang dibentuk dengan cara ditekan-tekan di dalam wadah kayu persegi). Pada zaman dulu, orang Jepang mungkin kuat makan karena sushi selalu dihidangkan dalam porsi besar. Sushi sebanyak 1 <em>kan</em> (1 porsi) setara dengan 9 <em>kan</em> (9 porsi) sushi zaman sekarang, atau kira-kira sama dengan 18 kepal sushi (360 gram). Satu porsi sushi zaman dulu yang disebut <em>ikkanzushi</em> mempunyai <em>neta</em> yang terdiri dari 9 jenis makanan laut atau lebih.</span></p>
<p><span style="color:#99ccff;">Pada zaman Edo periode akhir, di Jepang mulai dikenal bentuk awal dari nigirizushi. Namun ukuran porsi nigirizushi sudah dikurangi agar lebih mudah dinikmati. Ahli sushi bernama Hanaya Yohei menciptakan sushi jenis baru yang sekarang disebut edomaezushi. Namun ukuran sushi ciptaannya besar-besar seperti <a href="http://wapedia.mobi/id/Onigiri">onigiri</a>. Pada masa itu, teknik pendinginan ikan masih belum maju. Akibatnya, ikan yang diambil dari laut sekitar Jepang harus diolah lebih dulu agar tidak rusak bila dijadikan sushi.</span></p>
<p><span style="color:#99ccff;">Sampai tahun 1970-an sushi masih merupakan makanan mewah. Rakyat biasa di Jepang hanya makan sushi untuk merayakan acara-acara khusus, dan terbatas pada sushi pesan-antar. Dalam <a href="http://wapedia.mobi/id/Manga">manga</a>, sering digambarkan pegawai kantor yang pulang tengah malam ke rumah dalam keadaan mabuk. Oleh-oleh yang dibawa untuk menyogok istri yang menunggu di rumah adalah sushi.</span></p>
<p><span style="color:#99ccff;">Walaupun rumah makan kaitenzushi yang pertama sudah dibuka tahun 1958 di <a href="http://wapedia.mobi/id/Osaka">Osaka</a>, penyebarannya ke daerah-daerah lain di Jepang memakan waktu lama. Makan sushi sebagai acara seluruh anggota keluarga terwujud di tahun 1980-an sejalan dengan makin meluasnya kaitenzushi.</span></p>
<p><span style="color:#99ccff;">Keberhasilan kaitenzushi mendorong perusahaan makanan untuk memperkenalkan berbagai macam bumbu sushi instan yang memudahkan ibu rumah tangga membuat sushi di rumah. chirashizushi atau temakizushi dapat dibuat dengan bumbu instan ditambah nasi, makanan laut, <a href="http://wapedia.mobi/id/Tamagoyaki">tamagoyaki</a><a href="http://wapedia.mobi/id/Nori">nori</a>.</span> dan</p>
<h3 class="head1"><span style="color:#99ccff;">3. Pedagang sushi</span></h3>
<h3 class="head2"><span style="color:#99ccff;">3. 1. Di Jepang</span></h3>
<p><span style="color:#99ccff;">Dalam bahasa Jepang, <em>sushi-ya</em> adalah sebutan untuk penjual sushi tradisional yang menyiapkan sushi untuk makan di tempat atau layanan pesan-antar. Restoran sushi dengan piring-piring berisi sushi yang diletakkan di atas ban berjalan disebut <a href="http://wapedia.mobi/id/Kaitenzushi">kaitenzushi</a>.</span></p>
<p><span style="color:#99ccff;">Sushi dalam kemasan nampan plastik bisa dijumpai di pojok makanan matang toko swalayan dan toko serba ada. Selain itu, penjual ikan segar juga sering menjual sushi. Jaringan toko yang menjual sushi dalam kemasan untuk dibawa pulang ke rumah bisa dijumpai di seluruh Jepang.</span></p>
<h3 class="head2"><span style="color:#99ccff;">3. 2. Di Indonesia</span></h3>
<p><span style="color:#99ccff;">Di beberapa toko swalayan terkemuka, sushi dalam kemasan untuk dibawa pulang sering dijumpai di dekat bagian ikan segar. Di restoran yang menyediakan menu makanan Jepang, sushi sering dimasukkan ke dalam menu bersama-sama dengan masakan Jepang lainnya.</span></p>
<h3 class="head1"><span style="color:#99ccff;">4. Pertimbangan higiene</span></h3>
<p><span style="color:#99ccff;">Sushi merupakan makanan dari nasi dan makanan laut mentah yang mudah busuk. Makanan ini dibentuk dengan tangan yang tidak mengenakan <a href="http://wapedia.mobi/id/Sarung_tangan">sarung tangan</a>. Menempelnya berbagai macam mikroba pada sushi adalah sulit untuk dihindari. Sushi yang dibeli untuk dibawa pulang di musim panas atau di negara beriklim <a href="http://wapedia.mobi/id/Tropis">tropis</a> harus segera dimakan agar tidak menyebabkan sakit perut.</span></p>
<p><span style="color:#ffcc00;">Di beberapa negara seperti Amerika Serikat, memegang-megang makanan dengan tangan telanjang dianggap tidak higienis. Pembuat sushi diharuskan memakai sarung tangan dari karet atau plastik. Sebaliknya, orang Jepang kehilangan selera bila melihat pembuat sushi sedang membuat sushi sambil mengenakan sarung tangan. Walaupun demikian, sushi di toko-toko swalayan di Jepang umumnya dibuat dengan memakai sarung tangan.</span></div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ctella93.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ctella93.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ctella93.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ctella93.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ctella93.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ctella93.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ctella93.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ctella93.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ctella93.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ctella93.wordpress.com/238/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ctella93.wordpress.com&blog=2603511&post=238&subd=ctella93&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ctella93.wordpress.com/2008/10/21/about-sushi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a9c8311829566a818e06c68eb13f2dac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ctella</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ctella93.files.wordpress.com/2008/10/inari-zushi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">inari-zushi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pic.srv6.wapedia.mobi/thumb/84f214173/id/fixed/230/129/2007feb-sushi-odaiba-manytypes.jpg?format=jpg,png,gif" medium="image">
			<media:title type="html">Nigirizushi, salah s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pic.srv5.wapedia.mobi/thumb/84f214173/id/fixed/230/133/MakisuMats.Japan.jpg?format=jpg,png,gif" medium="image">
			<media:title type="html">Sudare (anyaman bamb</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pic.srv5.wapedia.mobi/thumb/84f214173/id/fixed/230/172/Kakinohazusi.jpg?format=jpg,png,gif" medium="image">
			<media:title type="html">Sushi bungkus daun k</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puding Coklat Double Cream</title>
		<link>http://ctella93.wordpress.com/2008/02/19/puding-coklat-double-cream/</link>
		<comments>http://ctella93.wordpress.com/2008/02/19/puding-coklat-double-cream/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Feb 2008 07:34:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ctella93</dc:creator>
				<category><![CDATA[resep makanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ctella93.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Bahan puding
2 bungkus agar-agar putih
250 gram coklat blok, serut, tim sampai leleh
250 gram gula pasir
1 lt susu murni
500 cc double cream (bisa juga pakai Creamer cap kembang)
25 gram coklat bubuk, encerkan dengan sedikit air panas
Vanili secukupnya
Bahan saus:
800 cc susu murni
100 gram gula pasir
1 buah kuning telur
Vanili secukupnya
Cara membuat Puding
- Campur semua bahan menjadi satu (kecuali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ctella93.wordpress.com&blog=2603511&post=13&subd=ctella93&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://ctella93.files.wordpress.com/2008/02/images.jpg" title="images.jpg"><img src="http://ctella93.files.wordpress.com/2008/02/images.jpg" alt="images.jpg" /></a><font face="Verdana" size="2">Bahan puding<br />
2 bungkus agar-agar putih<br />
250 gram coklat blok, serut, tim sampai leleh<br />
250 gram gula pasir<br />
1 lt susu murni<br />
500 cc double cream (bisa juga pakai Creamer cap kembang)<br />
25 gram coklat bubuk, encerkan dengan sedikit air panas<br />
Vanili secukupnya</font></p>
<p><font face="Verdana" size="2">Bahan saus:<br />
800 cc susu murni<br />
100 gram gula pasir<br />
1 buah kuning telur<br />
Vanili secukupnya</font></p>
<p><font face="Verdana" size="2">Cara membuat Puding<br />
- Campur semua bahan menjadi satu (kecuali double cream)<br />
- Didihkan diatas api sedang sambil diaduk terus, sampai mendidih<br />
- Setelah mendidih, tuangkan double cream sambil adonan diaduk terus,<br />
aduk sampai rata, angakat dari api.<br />
- inginkan sebentar, jangan sampai beku, sampai uap hilang.<br />
-Tuangkan dalam cetakan puding besar, atau yang kecil-kecil,<br />
dinginkan.</font></p>
<p><font face="Verdana" size="2">Cara membuat puding :<br />
- Kocok lepas merah telur<br />
- Campur susu, gula dan vanili, didihkan dengan api sedang sambil<br />
diaduk<br />
- setlah mendidih, tuangkan dua sendok sayur susu ke dalam kocokan<br />
telur, campur rata, masukan adonan telur ke dalam susu yang mendidih,<br />
aduk-aduk sebentar diatas api.<br />
- angkat dari atas api, aduk terus Vla, sampai agak dingin, supaya<br />
Vla jangan pecah.</font></p>
<p><font face="Verdana" size="2">Catatan : jangan mendidihkan adonan dengan api besar, Vla atau puding<br />
bisa pecah,<br />
</font><font face="Verdana" size="2">Bahan puding<br />
2 bungkus agar-agar putih<br />
250 gram coklat blok, serut, tim sampai leleh<br />
250 gram gula pasir<br />
1 lt susu murni<br />
500 cc double cream (bisa juga pakai Creamer cap kembang)<br />
25 gram coklat bubuk, encerkan dengan sedikit air panas<br />
Vanili secukupnya</font></p>
<p><font face="Verdana" size="2">Bahan saus:<br />
800 cc susu murni<br />
100 gram gula pasir<br />
1 buah kuning telur<br />
Vanili secukupnya</font></p>
<p><font face="Verdana" size="2">Cara membuat Puding<br />
- Campur semua bahan menjadi satu (kecuali double cream)<br />
- Didihkan diatas api sedang sambil diaduk terus, sampai mendidih<br />
- Setelah mendidih, tuangkan double cream sambil adonan diaduk terus,<br />
aduk sampai rata, angakat dari api.<br />
- inginkan sebentar, jangan sampai beku, sampai uap hilang.<br />
-Tuangkan dalam cetakan puding besar, atau yang kecil-kecil,<br />
dinginkan.</font></p>
<p><font face="Verdana" size="2">Cara membuat puding :<br />
- Kocok lepas merah telur<br />
- Campur susu, gula dan vanili, didihkan dengan api sedang sambil<br />
diaduk<br />
- setlah mendidih, tuangkan dua sendok sayur susu ke dalam kocokan<br />
telur, campur rata, masukan adonan telur ke dalam susu yang mendidih,<br />
aduk-aduk sebentar diatas api.<br />
- angkat dari atas api, aduk terus Vla, sampai agak dingin, supaya<br />
Vla jangan pecah.</font></p>
<p><font face="Verdana" size="2">Catatan : jangan mendidihkan adonan dengan api besar, Vla atau puding bisa pecah</font><a href="http://ctella93.files.wordpress.com/2008/02/images11.jpg" title="images11.jpg"><img src="http://ctella93.files.wordpress.com/2008/02/images11.jpg" alt="images11.jpg" /></a></p>
<p>sumber : <font size="-1"><span class="a">www.dunia-ibu.org</span></font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ctella93.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ctella93.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ctella93.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ctella93.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ctella93.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ctella93.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ctella93.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ctella93.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ctella93.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ctella93.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ctella93.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ctella93.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ctella93.wordpress.com&blog=2603511&post=13&subd=ctella93&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ctella93.wordpress.com/2008/02/19/puding-coklat-double-cream/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a9c8311829566a818e06c68eb13f2dac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ctella</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ctella93.files.wordpress.com/2008/02/images.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ctella93.files.wordpress.com/2008/02/images11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images11.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>