Mangkuk Mie Terkecil Hanya Terlihat di Mikroskop
Februari 17, 2009

Saking kecilnya, mangkuk terkecil berikut mienya hanya dapat diamati di bawah lensa mikroskop. Mangkuk super-kecil tersebut merupakan salah satu objek mikrofotografi yang dipamerkan di Jepang beberapa minggu lalu.
Mangkuk yang berbentuk seperti wadah ramen, mie khas Jepang hanya berdiameter sepersepuluh ribu centimeter. Profesor teknik mesin Masayuki Nakao dan mahasiswanya dari Universitas Tokyo membuatnya dengan material tabung nano karbon, senyawa karbon berbentuk tabung yang 10.000 kali lebih tipis dari tebal rambut.
Selain mangkuknya, mereka juga membuat mienya sekaligus dengan material yang sama. Mie tersebut masing-masing dengan panjang seperlima ratus centimeter dan tebal seperlima ratus ribu centimeter. Bagian tersulit dalam pembuatannya adalah menjaga agar mienya tak berhamburan ke luar.
“Kami yakin ini mangkuk ramen terkecil di dunia, dengan porsi mie paling sedikit di dalamnya, meskipun tidak dapat dimakan,” ujar Nakao. Tindakan timnya membuat mangkuk tersebut memang hanya untuk bersenang-senang saja, meskipun untuk membuatnya membutuhkan teknologi tinggi.
Tabung nano karbon merupakan material kunci nanoteknologi. Material ini menjadi objek utama untuk dimanfaatkan dalam bidang elektronika dan kedokteran karena ukurannya yang kecil dan sifat kekerasan yag dapat dihasilkannya hingga lebih kuat daripada baja.
Dirgahayu Indonesia
Agustus 15, 2008
17agustus merupakan hari bersejarah bagi Indonesia karena 17 agustus merupakan hari kemerdekaan indonesia,tepatnya pada tanggal 17 agustus 1945 di sanalah negara indonesia terlahir dengan semangat karena telah mendapatkan kemerdekaan, sekian lama kita di jajah maka tibalah waktunya kita untuk merdeka dan mengembangkan segala sesuatu di negara kita terutama dalam pengetahuan indonesia. kita telah lama di jajah dan tak terasa kita juga sudah merdeka.
Baca entri selengkapnya »
Planet Asing mengandung Metan dan Uap Air
Mei 23, 2008

Untuk pertama kalinya, senyawa metan dan uap air terdeteksi bersama keberadaannya di sebuah planet asing di luar tata surya. Molekul-molekul organik tersebut terdeteksi di atmosfer planet yang berada pada jarak 63 tahun cahaya dari Bumi.
Metan yang tersusun dari unsur karbon dan hidrogen merupakan senyawa organik paling sederhana. Dengan reaksi tertentu, metan dapat membentuk senyawa kimia prebiotik yang diyakini sebagai pembentuk kehidupan. Baca entri selengkapnya »
UFO Terlihat di Texas
Mei 16, 2008

Puluhan orang, termasuk seorang pilot, pegawai pemerintah dan para pengusaha, mengaku telah melihat sebuah benda berukuran besar dengan cahaya terang yang terbang rendah dan cepat tanpa suara. Sebagian saksi bahkan mengaku melihat beberapa jet Angkatan Udara berusaha mengejarnya.
“Orang-orang bertanya-tanya apakah itu, dan menghubungkannya dengan hari kiamat,” ujar Steve Allen, seorang pilot sekaligus pemilik perusahaan pengiriman barang, yang mengatakan bahwa apa yang dilihatnya itu berukuran panjang sekitar 1,5 kilometer dan lebar hampir satu kilometer. “Yang jelas, benda itu bukan dari dunia ini.” Baca entri selengkapnya »
Pesawat Kertas Melesat dari Luar Angkasa
Mei 16, 2008

Bahkan, bukan tidak mungkin kertas akan menjadi bahan baku pesawat antariksa di masa datang. Para ilmuwan dari Universitas Tokyo, Jepang akan menguji peluncuran pesawat kertas pertamanya dari stasiun antariksa internasional (ISS) dan mengamatinya apakah dapat mendarat dengan selamat ke permukaan Bumi.
Pesawat kertas yang akan diterbangkan dari luar angkasa didesain bersama tim dari Asosiasi Seni Pesawat Origami Jepang. Produk seni origami (melipat kertas) sepanjang 20 centimeter itu telah lolos uji coba di lorong angin. Pesawat kecil dari kertas khusus yang dilapisi zat anti-air dan anti-panas itu tahan selama 10 detik di suhu 200 derajat Celcius dan tekanan angin 7 mach atau tujuh kali lipat dari kecepatan suara. Baca entri selengkapnya »
Gurita Berkaki Enam
Mei 16, 2008
Para peneliti kelautan Inggris menemukan apa yang mereka yakini sebagai temuan pertama gurita berkaki enam atau hexapus yang kemudian dinamai Henry.
Hewan laut yang unik karena memiliki lebih sedikit kaki dibanding gurita normal yang berkaki delapan (octopus) itu diyakini merupakan hasil dari cacat kelahiran atau kelainan genetik dan bukan karena kecelakaan.
“Kami meneliti berbagai temuan dan bicara dengan banyak pengelola taman air, dan tak seorangpun pernah mendengar atau menemukan gurita berkaki enam,” ujar Carey Duckhouse, supervisor dan perawat hewan di Blackpool Sea Life Centre, Inggris.
Henry ditemukan dalam perangkap lobster di pesisir Wales utara dua minggu lalu. Bersama delapan ekor hewan laut lainnya, ia kemudian dipindahkan ke Sea Life. Waktu itu tidak ada yang menyadari bahwa gurita itu berkaki enam. Baru ketika Henry masuk ke tangki kaca, pegawai Sea Life mengetahui jumlah kaki yang dimiliki gurita itu.
Gurita memang diketahui memiliki tiga jantung dan darah berwarna biru, namun tak pernah ada yang berkaki enam.
Bongkah Es Antartika Pecah Sepertiga Luas Jakarta
Mei 16, 2008
Bagian yang pecah merupakan tepan beting es Wilkins yang telah terbentuk di Antartika bagian barat sejak ratusan tahun hingga 1500 tahun yang lalu. Citra satelit menunjukkan bongkahan tersebut mulai bergerak sejak 28 Februari 2008.
“Ini adalah akibat pemanasan global,” ujar David Vaughan, ilmuwan Survei Antartika Inggris (BAS). Pecahan es ini akan melelah di perairan yang lebih hangat, pecah menjadi beberapa bagian, dan habis sama sekali. Namun, peluangnya tetap bertahan juga ada karena saat ini sudah memasuki periode akhir musim panas di Antartika dan suhu mulai mendingin.
Meskipun peristiwa pecahnya bongkah es dari tepian Antartika sering terjadi, kejadian yang menyebabkan pecahan sebesar ini termasuk jarang. Pecahan bongkah es yang lebih besar baru terjadi dua kali yakni di tahun 2002 dan 1995. Namun, para ilmuwan khawatir kejadian seperti itu akan semakin sering terjadi akibat peningkatan suhu atmosfer. Baca entri selengkapnya »
Robot Tapi Bisa Senyum, Sedih, dan Marah
Mei 16, 2008
Nexi,robot buatan MIT, yang wajahnya dapat berekspresi seperti manusia. Riset robotika di Institut Teknologi Massachusetts (MIT) dan mitranya menghasilkan robot yang dapat meniru ekspresi emosi manusia. Wajah robot bernama Nexi tersebut bisa berubah-ubah sehingga bermimik seperti orang yang sedang sedih, marah, tersenyum, dan ekspresi lainnya.
Struktur mukanya dibuat sedemikian rupa sehingga dapat melakukan kombinasi gerakan untuk membentuk berbagai ekspresi. Bagian lehernya dapat melakukan putaran empat derajat dan diatur agar dapat bergerak secepat leher manusia. Wajahnya dilengkapi bagian-bagian yang meniru rongga mata, alis, kelopak mata, dan rahang. Kombinasi gerakan bagian-bagian ini akan membentuk variasi ekspresi. Baca entri selengkapnya »
Danau Terbesar di dunia “MeNdiDiH”
Mei 16, 2008

Kenaikan suhu di danau tersebut mencapai 1,21 derajat Celcius sejak 1946 akibat perubahan iklim atau hampir tiga kali lebih cepat daripada kenaikan suhu udara global. Hal tersebut dikatakan Marianne More, seorang profesor di Wellesley College di Massachusetts, AS, salah satu penulis dari karya tulis ilmiah yang akan dipublikasikan dalam jurnal “Global Change Biology” edisi Mei 2008.
Danau yang mengalami perubahan temperatus secara cepat itu memiliki 20 persen ikan air tawar yang ada di dunia yaitu sekitar 2.500 spesies yang tak dapat ditemukan di tempat lain di dunia. Bahkan, di antaranya terdapat satu-satunya anjing laut air tawar.
Jika tren naiknya temperatur tak dapat dicegah, lapisan es dapat hilang seluruhnya dari permukaan danau tersebut. Moore mengatakan, anjing laut air tawar yang membesarkan anak-anak mereka di atas lapisan es dapat sangat menderita karena hal tersebut. Anak-anak anjing laut air tawar juga lebih rentan terhadap serangan predator jika tak ada lagi gua-gua es sebagai tempat terlindungi. Baca entri selengkapnya »
Gemuk bisa cepat Kanker
Mei 16, 2008

Walaupun studi menyebutkan adanya kaitan antara kelebihan berat badan dengan resiko kanker, namun tidak ada bukti pasti yang menunjukkan pertambahan berat badan dapat mengakibatkan kanker. “Untuk menyimpulkan hubungan sebab dan akibat, kami perlu mengadakan riset lebih lanjut,” jelas Dr. Andrew Renehen, yang memimpin studi tersebut.
Para periset mengkompilasikan data dari 141 studi dan mempertimbangkan lebih banyak jenis penyakit kanker dan lebih beragam populasi dari hasil studi terdahulu. Studi itu mencakup lebih dari 28.000 kasus kanker di Amerika Utara, Eropa, Australia, serta Asia.
Para peserta studi, baik berkelebihan berat badan maupun berberat badan normal, diteliti selama 9 hingga 15 tahun. Peneliti mengamati indeks massa tubuh mereka dan mengkorelasinya dengan kasus penyakit kanker yang muncul.
Dari studi diketahui berat badan di atas 15 kilogram dari berat badan normal pada kalangan pria dapat meningkatkan resiko kanker pada ginjal hingga 24 persen dan pada kerongkongan hingga 52 persen. Sementara kelebihan berat badan hingga di atas 13 kilometer dari berat badan normal pada kalangan perempuan meningkatkan resiko kanker pada rahim dan kandung kemih hingga 60 persen.
Pada penduduk Asia, terdapat kaitan lebih erat antara pertambahan indeks massa tubuh dengan resiko serangan kanker payudara. Para ilmuwan belum mendapat kepastian bagaimana kelebihan berat badan dapat membuat orang rentan terhadap kanker. Baca entri selengkapnya »



















