Kabut Misterius di Mars dari Es Kering

Awan yang terekam di atmosfer Mars dekar garis ekuatornya ini tersusun dari karbon dioksida padat (es kering).

Atmosfer Mars yang tipis dan kering secara umum tidak memiliki awan seperti atmosfer Bumi. Namun, hasil pengamatan baru memperlihatkan awan yang tersusun dari es kering sesekali terjadi sehingga hingga menghalangi pengamatan ke permukaan yang cukup luas di planet merah tersebut.

Kabut misterius tersebut telah terekam sejak beberapa tahun lalu, namun para astronom belum mengetahui penyebabnya. Pengukuran baru dari instrumen yang dibawa wahana pengorbit Mars Express menunjukkan bahwa awan tersebut tersusun dari karbon dioksida padat yang dikenal sebagai es kering sdi Bumi.

“Ini merupakan kali pertama awan es karbon dioksida direkam dan diidentifikasi,” kata Franck Montmessin dari Service d’Aeronomie, Universitas Versailles, Prancis, yang melaporkan risetnya dalam Journal of Geophysical Research. Hasil pengamatn terakhir sangat berarti karena tidak hanya merekam bentuk, tapi juga ukuran dan kerapatannya.

Karakteristik awan karbon dioksida ini di luar dugaan karena tebalnya mencapai ketebalan 80 kilometer dan lebarnya beberapa kilometer. Selain itu, partikel-partikel penyusunnya lebih besar dari perkiraan karena berukuran lebih dari satu mikron (seperseribu milimeter). Partikel-partikel sebesar ini umumnya tidak ditemukan pada atmosfer bagian atas karena terlalu berat sehingga mudah jatuh.

Bayangan awan di mempengaruhi suhu di permukaan Mars. Suhu di bawahnya bisa turun 10 derajat Celcius dari suhu sekitarnya. Fenomena ini dapat memengaruhi iklim global di Planet Mars.

“Suhu rendah di waktu malam dan relatif tinggi di siang hari menyebabkan gelombang naik turun di atmosfer,” ujar Montmessin. Keadaan ini menciptakan bentuk aliran udara konveksi di atmosfer Mars. Konveksi atau aliran udara hangat ke atmosfer merupakan dasar terjadinya fenomena cuaca di Bumi.

Di Mars, perubahan cuaca maupun iklim juga terjadi. Karbon dioksida terangkat ke atmosfer dan pada ketinggian tertentu terjadi kondensasi. Terjadi pelepasan panas sehingga gas dan karbon dioksida yang membeku naik ke lapisan atmosfer lebih tinggi.

Jika di Bumi, uap air terkondensasi dekat partikel-partikel debu atau garam membentuk awan, di Mars komposisi partiekl lainnya yang membentuk awan belum diketahui. Para peneliti mengatakan, bisa saja debu dari pecahan meteorit atau kristal-kristal es.(SPACE.COM)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: