Stres Bisa Picu Psoriasis

Gangguan emosional atau stres ternyata bisa memicu terjadinya psoriasis, penyakit kulit kronis yang sulit disembuhkan. Kondisi ini bisa menyebabkan penderitanya kehilangan rasa percaya diri sehingga kualitas hidupnya menurun.

Untuk itu, di samping terapi yang tepat, pengelolaan emosi juga harus dilakukan agar tidak mudah stres. “Penyembuhan penyakit psoriasis sulit diramalkan, bisa sewaktu-waktu kambuh,” kata Prof Sjaiful Fahmi Daili, ahli penyakit kulit dan kelamin dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo saat dihubungi, Jumat (5/12), di Jakarta.

“Saat ini makin sering kita temukan kasus psoriasis di segala lapisan masyarakat, termasuk yang menengah ke atas. Penyakit ini juga menyerang anak-anak, remaja, dan orang dewasa,” ujarnya menambahkan.

Jika terserang penyakit tersebut, maka penderitanya kebanyakan mengalami penurunan rasa percaya diri sehingga mengganggu produktivitas kerja.

Psoriasis ditandai gejala lesi kulit berupa plak atau penebalan kulit yang datar menimbul di permukaan kulit, berukuran lebih dari setengah sentimeter. Lesi itu berwarna kemerahan yang ditutupi sisik putih dan transparan. Kelainan kulit itu umumnya mengenai bagian kepala berambut, batas kulit kepala yang berambut, kedua siku dan lutut.

Selain kulit, kuku sering memperlihatkan kelainan yang membantu menegakkan diagnosis psoriasis. Namun, menurut ahli penyakit kulit dan kelamin dari FKUI-RSCM Prof Benny E Wiryadi, kadang tidak ada gejala spesifik, seperti lokasi lesi yang bukan pada tempat predileksi (wajah, lipatan tubuh, telapak tangan, atau kaki), kelainan kulit disertai lenting bernanah.

Pada kebanyakan pasien cukup diatasi dengan terapi topikal. Namun pelaksanaannya sulit, lantaran lesi-lesinya kecil dan tersebar sehingga kepatuhan pasien jadi masalah. “Bila kambuh, perlu dicari faktor pencetus, misalnya infeksi, stres, trauma, atau akibat mengonsumsi alkohol. Beberapa faktor itu bukan penyebab tetapi bisa mempermudah terjadinya psoriasis,” kata Sjaiful.

Maka dari itu, seseorang yang memiliki riwayat psoriasis dalam keluarganya maupun seseorang yang sudah pernah terserang penyakit itu perlu menghindari beberapa faktor pencetus itu. “Dengan menghindari faktor yang mempermudah timbulnya psoriasis, terutama faktor stres, peluang terjadinya kekambuhan bisa diminimalkan,” ujarnya menambahkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: